Jumat Curhat Polres Balangan bersama SMKPP Negeri Paringin

Balangan- Jumat Curhat kali ini agak berbeda dari biasanya, Manakala Polres Balangan menggelar kegiatan Jumat Curhat menyasar di lingkungan pelajar, Sekolah Menegah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMKPP) Negeri Paringin, Jumat (11/08).

Upaya kegiatan yang dilakukan tersebut selain sebagai sarana menyalurkan keluhan dari para murid juga sebagai penerangan atau penjelasan mengenai tugas pokok Polri.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasat Binmas Iptu Herry Saputro dan didampingi oleh para PJU serta perwakilan dari masing-masing Satuan Kerja (Satker) Polres Balangan.

“Silahkan adik adik SMKPP Negeri Paringin, sampaikan saja apa yang menjadi permasalahan ataupun keluhan yang sedang dialami,” ucap Iptu Herry.

Murid SMKPP bernama Yadi sebagai penanya pertama yang menanyakan mengenai syarat-syarat pembuatan SIM.

Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh Kasat Lantas Polres Balangan Iptu Tatak Kusdaryono, S.M. yang menjelaskan bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam pembuatan SIM.

“Yang pertama berumur minimal 17 tahun, kedua mempunyai KIR kesehatan, ketiga melaksanakan tes teori melalui komputer (Jika tidak lulus bisa mengulang minggu depan ), keempat tes praktek berkendara dengan rute yang telah ditetapkan, terakhik yaitu membayar biaya administrasi,”jelas Iptu Tatak

Selain pembahasan SIM tersebut ada juga murid yang menanyakan mengenai Bahaya Narkoba.

“Bapak, saya mau menanyakan apa saja sih dampak yang ditimbulkan dari pengguna Narkoba ? mohon dijelaskan pak ,”

Ditanggapi oleh Kanit Pidum Polres Balangan mengatakan ada 2 dampak dari pemakai Narkoba yaitu dari aspek hukum dan aspek sosial.

Ia mengatakan bahwa orang yang menggunakan Narkoba akan kesulitan untuk berkonsentrasi dikarenakan efek dari Narkoba yang digunakan tersebut.

“Dengan membeli narkoba saja sudah melanggar Undang undang apa lagi memakai dan melakukan tidak pidana,” tegasnya.

Satuan Reskrim Narkoba Polres Balangan juga telah menindak lanjuti terkait Narkoba, baik itu pengguna, pengedar bahkan pemasok di Kabupaten Balangan.

“Kita bisa mencegah pemakaian narkoba dengan cara membangun keluarga yang harmonis dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan keluarga.

Berbagai pertanyaan lainnya juga dilontarkan para siswa, dari upaya menghindari praktik Bullying di sekolah, peraturan berkendara sepeda listrik hingga kiat menjadi sukses dalam usai menjalani pendidikan sekolah.

Permasalahan kompleks disikapi oleh Kasat Lantas dengan menekankan kepada seluruh siswa untuk mengurangi penggunaan gadget selama menempuh pendidikan.

“Bila ingin berhasil dalam meraih masa depan, kurangi penggunaan gadget berlebihan, gunakan teknologi dengan sebaik baiknya, seperti halnya menambah ilmu pengetahuan dan informasi penting lainnya, jangan hanya dipergunakan untuk bermain,” tegas Iptu Tatak.

 678 total views,  1 views today

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *